Naymah Nasution

Jumat, 26 Januari 2018

Welcome to PAPUA BARAT 😎

Saya mau infokan sama teman-teman semua kalau tulisan ini sebenarnya sudah lama saya tulis di buku catatan harian. Dan memang salah satu tulisan yang ingin saya posting di blog. But, kondisi yang tidak memungkinkan saat itu (tidak ada jaringan internet di penempatan) maka tulisannya bisa di posting sekarang. Hehehe Fyi, sekarang di penempatan saya (kampung/desa saya bekerja) ini sudah di buat jaringan internet loh. Asli dibangun pake tower gitu. Tapi tower yang kecil gitu, hmm saya mau jelasin towernya juga kayaknya percuma soalnya saya juga kurang paham. Oke! Yang penting sudah ada sinyal internet. Daaaaaan 4G ! 😁😆 Jadi Alhamdulillah, saya bisa gampang akses internet. Oh ya btw, setelah tulisan ini nanti saya bakal nulis tentang keadaan saya disini ketika tidak adanya sinyal sama sekali. Oke, mari kita mulai bercerita... 25 Oktober 2016 pukul 11.00 WIT saya dan teman-teman setim NS tiba di penempatan kami bekerja selama 2 tahun ke depannya. Tepatnya di Puskesmas Wejim Distrik Kepulauan Sembilan, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Ya, saya tinggal di daerah kepulauan. Lega? Belum. Karena ini adalah awal masa pengabdian dan membutuhkan perjuangan yang lebih. Kami tinggal di rumah Dinas yang berlokasi di Kampung Wejim Timur. Sungguh! Ini pulau kecil banget. Saya aja gak nyangka kalau ini pulau ada penghuninya 😂😅 Kalau di peta kayaknya gak kedeteksi deh ini pulau 😂✌tapi kan sekarang udah ada sinyal, dan sudah di setting sama pihak "pembuat sinyal" jadi di search di google map udah bisa ditemukan 😁 Awal nyampe disini, speechless banget! Semua serba kekurangan. Bahkan gak ada sama sekali. Listrik? Gak ada. Sinyal? Gak ada. Bahan makanan? Ada sedikit dan gak lengkap. Bahan makanan yang ada yaitu ikan yang melimpah ruah dengan berbagai macam jenis. Tapi mesti memancing dan menyelam dulu di lautan. Dan lihat kondisi laut dulu, bersahabat apa tidak. Gak bisa sembarangan juga. Jadi ya kadang ketersediaannya jarang dan gak setiap hari adanya. Bahkan bisa sebulan gak ada ikan. Nah apalagi kita yang pendatang disini? Mau mancing atau menyelam? Siapa yang bisa? Kita gak ada yang bisa sama sekali. Bahkan laki-laki yang satu tim sama saya juga gak bisa. Malah ada yang gak bisa berenang. 😂😂😂 Jadi ya biasanya kami cuma dikasi ikan saja sama masyarakat yang mau ngasi dan itu ada yang gratis ada yang bayar. Tergantung. Sayuran? Hanya ada daun kasbi (daun ubi), jantung pisang. Buah? Ada pisang, nenas, pepaya. Selain itu ada cabe, disini sebutannya rica. Dan kalau mau bahan makanan lainnya ya mesti beli di kota. Wejim ke Kota yang paling dekat itu di Kota Sorong namanya. Nah jarak dari Wejim ke Sorong itu lumayan jauh dan butuh bensin yang banyak karena melewati lautan. Dan akses transportasi juga susah banget. Bayangkan aja kapal yang masuk ke Wejim dari Sorong itu hanya 3 kali dalam sebulan. Nama kapalnya "terubuk". Jadi kalo kita mau ke Sorong ikut Kapal Terubuk membutuhkan waktu 24 jam biar nyampe. Why? Lantaran Kapalnya singgah dulu ke Pulau Lain untuk nyari penumpang yang disana yang mau ikut ke Sorong juga. Pulau Kofiau namanya. Dikarenakan jarak satu pulau ke pulau lain jauh, mendekamlah kita di dalam Kapal selama 24 jam. Kapal ini masih lumayan yah, tergolong Kapal baru juga yang masuk ke Wejim. Fasilitasnya ada tempat tidur seadanya. Ada tv umum. Ada musholla kecil. Tempat duduk dan kamar mandi umum. Selain itu ada kantinnya juga kalau mau jajan. Tapi sebelum Kapal Terubuk ini masuk, dulu masih ikut Kapal Kurisi namanya. Dan itu lebih parah lagi sih menurut saya. Bayangkan aja, fasilitasnya cuma musholla kecil dan kamar mandi umum. Tempat duduk atau tempat tidur ngak ada sama sekali. Jadi kita tidur di lantai kapal dengan beralaskan tikar yang kita bawa sendiri. Bahkan sering rebutan tempat sama penumpang lain juga. Ya namanya juga penumpang ya kan, siapa gitu yang tahan berdiri selama perjalanan jauh. Btw, bersyukur sih dengan adanya Kapal Terubuk, lumayan membantu juga. Dan semoga kapalnya baik-baik aja biar setiap perjalanannya lancar. Aamiin. Nah, selain kapal Terubuk, kita juga bisa ke Kota Sorong dengan menumpang Perahu warga yang memang mau ke Sorong. Namanya Perahu Body. Ya kayak perahu kecil gitu (kayak sampan). Tapi bedanya ini di pasang mesin di belakang perahu biar bisa jalan. Nah, kalau pakai perahu body ini menghabiskan waktu 6-7 jam perjalanan lautan lepas. Resikonya ya, kalau kenapa-napa di tengah laut, ngak ada yang tau karena memang gak ada akses untuk memberi informasi gitu, beda dengan Kapal Terubuk yang memang sudah dilengkapi sistem komunikasi dari Pusatnya dan sudah disediakan "safety" juga buat penumpang kalau misalnya ada kegawatdaruratan. Dan naik perahu body ini juga sangat cepat mengubah warna kulit karena langsung terpapar terik matahari 😁😂 Jadi maklum-maklum aja kalo warna kulit saya berubah 😀 Suka dukanya naik perahu body ini ya, lebih cepat perjalanan di laut aja sih ya. Kalo dukanya sebenarnya lumayan banyak. Tapi saya sebut resiko aja ya ketimbang duka. Agak gimana gitu dengan sebutan "duka". Resikonya lebih capek karena selama perjalanan hanya bisa duduk menyilang (kakinya di silang). Bayangkan gimana pegalnya itu bok#ng. Terpapar matahari langsung ke kulit karna memang perahunya rata-rata gak ada atapnya (tapi ada juga perahu yang ada atapnya). Jadi kalo kita mau otw ke Kota, penampilan nomor sekian deh. Yang penting kulit terlindungi dari terik matahari. Yang paling penting dan wajib adalah selalu berdoa sama Allah agar perjalanannya lancar dan selamat. Nah, sesampainya di Kota, kita bisa makan enak sepuasnya. Hmm Kota Sorong ini lumayan maju. Mall sudah ada. Mall Mega, mall SAGA. Supermarket ada. Tapi disini Supermarket lokal yang ada. Namanya "Supermarket Papua". Jadi kalo Alfama*t atau indomar*t disini belom ada. Mungkin memang dilarang masuk kali ya di Papua Barat. Yang ada masih KFC dan Ramayana. Kalau kafe banyaaaaak! Toko Fashion juga banyaaaak! Kalau soal harga disini, lumayan menguras kantong ya. Harga lumayan mahal. Jadi ya disini tergolong biaya hidup mahal sih kalo untuk kami yang anak rantau.

Terimakasih Banyak Papua 🤗

Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh. Finally i'm done! 2 tahun lamanya saya mengabdi di tanah timur Indonesia ini. Gak keb...