Sebagai warga negara Indonesia yang memiliki hak bebas untuk berpendapat, kali ini saya mau ngebahas tentang Puisi Ibu Sukmawati yang lagi viral-viralnya. Mungkin saya telat ngeposting ini kali ya, tapi gak apa-apa la ya. Sebelum itu, mari kita telaah dulu isi dari Puisi beliau.
"IBU INDONESIA"
Aku tak tahu syariat Islam
Yang ku tahu sari konde Ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus wujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut
Lihatlah Ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing Supaya kau dapat mengingat kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi dan kreatif
Selamat datang di duniaku
Bumi Ibu Indonesia
Aku tak tahu syariat Islam
Yang ku tahu suara kidung Ibu Indonesia sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan adzanmu Gemulai gerak tarinya adalah ibadah Semurni irama puja kepada Ilahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun Canting menggores ayat-ayat alam surgawi
Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala
Riwayat bangsa beradab ini
Cinta dan hormat kepada Ibu Indonesia dan kaumnya.
▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪
Begitulah isi dari Puisi beliau.
Huuuuuft.
Pertama kali saya lihat videonya itu di youtube, pas nonton dan dengar isi puisi Ibu tersebut, saya langsung googling "Profil Ibu Sukmawati".
Saya coba mencari tahu, beliau menganut agama apa. Walaupun saya tahu beliau memang beragama Islam, barangkali saya yang salah makanya saya mencari tahu kepastiannya lagi. Dan benar, beliau memang menganut agama Islam.
Maaf, bukannya apa-apa. Tujuan saya mencari tahu apa agama beliau karena dalam puisi karangannya tersebut, beliau mengaku...
"Tak tahu syariat Islam?"
Ya kalau misalnya tak tahu syariat Islam ya sudah biar Ibu sendiri saja yang tidak tahu dan setidaknya jangan sampai membuat hati banyak Muslim jadi bersedih terhadap isi puisi karangan Ibu.
"Beliau terusik dengan alunan adzan?"
Di Indonesia menganut beberapa keyakinan ataupun agama. Dan setiap agama memiliki cara tersendiri dalam beribadah. Alunan adzan itu merupakan suara termerdu bagi kaum Muslim dan merupakan panggilan untuk sholat. Dan suara adzan itu dalam Islam memang harus keras, pertanda memanggil kaum muslim yang sedang sibuk berkarir/bekerja untuk bersegera beribadah. Begitulah di Islam, bu! Dan kalau ada agama lain yang dalam ibadahnya mesti dengan cara mereka sendiri, ya itu memang prinsip ataupun cara mereka beribadah. Bebas! Dan Indonesia itu mayoritas Islam, bu! Jika ada yang keberatan dengan suara adzan, bagaimana kalau ada juga yang keberatan dengan agama lain dalam melakukan ibadahnya? Bagaimana perasaan kalian yang beragama lain ketika cara beribadah kalian dipermasalahkan? Nah, begitulah dengan muslim.
"Beliau kagum pada aurat yang tergerai dan merasa resah dengan muslimah?"
Bu, jika memang Ibu kagum dengan aurat ya ngak apa-apa. Tapi jangan sampai melukai hati kami yang berjilbab ini dengan puisi yang Ibu bacakan tersebut. Indonesia itu kan gak semua berjilbab, gak semua bercadar. Ya kalo misalnya ada orang yang berjilbab dan dia orang Indonesia, ya karena memang dia orang Indonesia.
"Beliau mengatakan aurat yang tergerai adalah kecantikan yang asli dari bangsa Indonesia?"
Memangnya standar cantik itu apa bu? Ya kalau ada yang berjilbab, bercadar, berkonde, atau bahkan rambut terurai ya kalo misalnya cantik dari lahir dan orang Indonesia juga ya Indonesia aja bu.
Itulah beberapa pertanyaan saya setelah mendengar isi puisi beliau. Sontak saya langsung merinding.
Bukan! Bukan merinding karena terharu! Tapi merinding ketika tiba-tiba ALLAH murka dan memberikan azab seketika. Bisa apa kita yang hanya sebagai manusia? Dengan lantangnya kita mengatakan seperti itu tanpa sadar kedudukan kita di bumi ini hanya bersifat sementara, tanpa sadar kalau kita ini hanya bagian yang sangat kecil dibanding dari KekuasaanNYA.
ALLAHU AKBAR.
Saya hanya seorang muslim yang bisa dibilang sedih, kecewa, pengen marah pas denger isi puisi beliau, Ibu Sukmawati 😊
Indonesia itu kan memiliki Suku, Budaya, Ras, Agama yang berbeda-beda ya itulah mengapa disebut Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda tetap satu jua. Inilah yang sebenarnya membuat Indonesia itu unik. Sebenarnya kecintaan terhadap bangsa Indonesia itu ya "di hati". Ketika ada yang berkerudung, bercadar, matanya sipit, kulitnya hitam atau putih, wajahnya kebule-bulean atau ke arab-araban, ya kalo orang tersebut merupakan orang Indonesia dan cinta Indonesia ya itu hak nya. Walopun seseorang tersebut tidak tinggal di Indonesia.
Untuk menjadi Indonesia itu bukan dilihat dari sari kondenya atau auratnya yang tergerai, tapi bagaimana seorang Indonesia itu bisa menunjukkannya melalui karyanya, bisa produktif melakukan apapun itu untuk negaranya, misalnya seorang pengusaha yang memiliki minimal sebuah usaha lah, yang di dalamnya bisa mempekerjakan orang lain, itu termasuk salah satu mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Seorang guru atau tenaga kesehatan yang sedang mengabdi di pedalaman Indonesia dan masih banyak lagi. Seorang berjilbab pun bisa menunjukkan rasa nasionalisme dan cinta tanah airnya terhadap negara dari tindakan-tindakan nyata. Sebenarnya menjadi Indonesia itu adalah yang menerima segala perbedaan yang ada di Indonesia itu sendiri, ya keBinneka Tunggal Ika nya.
Oh iya, berbicara tentang Hijab/jilbab/cadar. Kita Perempuan dan Muslim pake jilbab itu merupakan suatu perintah dari Allah dalam agama Islam. Bukan kita mengikut-ngikut bangsa Arab. Itu murni dari Agama kita. Dan Islam itu sudah lama ada sebelum Indonesia itu sendiri merdeka. Kita perempuan juga berhak memakai sesuatu yang layak dipandang, sopan, tidak menyalahi norma yang berlaku.
Kita Perempuan, Kita Muslim dan Kita Indonesia.
Banyak sekali berita2 tentang konflik beragama di socmed yang saya sendiri tidak tahu kebenarannya gimana yg tujuan dari berita tersebut juga saya masih kurang tahu. Menurut saya sih, kita sekarang ini sudah di era zaman gadget yang setiap hari menggunakan socmed, punya gadget yang canggih, seharusnya kita sebagai pengguna juga harus canggih, harus smart. Jangan sampai nemu berita/situs gak jelas tentang konflik beragama, jangan langsung ditelan mentah-mentah, jangan langsung menebar kebencian dalam bentuk apapun itu misalnya status atau komentar-komentar yang tidak selayaknya. Seharusnya bisa diselidiki dulu kebenaran, jangan mau terhasut oleh golongan orang-orang yg sebenarnya untuk menghancurkan/memecahbelah negara kita sendiri. Jadilah seseorang yang ketika berbicara/berkomentar itu dapat mengubah pandangan atau pola pikir orang lain lebih baik dan positif. Be smart to use social media yaa, gaes! 🤗
Btw, ini opini saya mengenai puisi Ibu Sukmawati. Kalian yang membaca blog ini dan tidak sependapat, itu hak kalian. Kita berhak bebas mengeluarkan pendapat. Jika ada pendapat lain, bisa di koment di bawah ini ya 👇