Padangsidimpuan – Medan – Jakarta
Sebelum berangkat ke Jakarta untuk pembekalan, saya singgah dulu di Medan sekalian melegalisir STR untuk salah satu persyaratan Nusantara Sehat. Bersyukur banget saya punya temen yang baik hati yang mau antarin saya kemana aja sesuka hati saya. Alhamdulillah. Hatinya malaikat banget. Terimakasih banyak, sahabat! (senyum merekah).
Setelah semua urusan kelar, barang sudah siap di packing, semua persyaratan ikut pembekalan udah rampung, saatnya go to Jekardah. Medan ke Jakarta membutuhkan waktu 45 menit penerbangan udara. Setelah lelah seharian, hingga tertidur di pesawat, sampailah ke bandara Soekarno-Hatta dan menunggu jemputan dari om beserta anak-anaknya yang lucu menggemaskan, Melinda-Anggie-Salwa. Ketiga nama yang manis se manis wajah mereka. Hehehehehe. Kita sempat jalan-jalan dulu sebentar sebelum pada akhirnya saya di asingkan di Asrama TNI-AD Kramat Jati. Beberapa jam kemudian, tibalah saatnya pembekalan itu dimulai dengan registrasi terlebih dahulu. Setelah selesai dan berpamitan dengan keluarga, mulailah saya memasuki asrama dan mengikuti semua peraturan yang ada disana. Yup, peraturan tentara TNI-AD yang bisa dibilang ketat dan tidak sembarang peraturan. Apa saja itu ? kita harus bangun lebih awal karena mulai jam 04.00 subuh Waktu Indonesia Barat, kita melakukan senam sehat. Itu berarti sebelum jam 04.00 kita sudah bangun dan bersiap-siap. Pukul 06.00 WIB kita semua sudah berkumpul di ruang makan untuk sarapan pagi. Itu artinya setelah selesai senam, kita bergegas mandi dan membersihkan diri untuk sarapan karena akan diberikan hukuman ketika kita telat. Belum lagi kita mandinya harus antri. Sebelum keluar dari Barak (kamar tidur dalam bentuk bangsal/banyak orang yang dalam kosakata Tentara namanya barak) wajib hukumnya bersihkan tempat tidur dan lemari masing-masing dari kita. Baju dan celana harus disusun rapi sesuai perintah. Wajib hukumnya mengenakan kemeja putih dan celana hitam selama pembekalan 40 hari kecuali kegiatan olahraga. Alhamdulillah enaknya kita difasilitasi baju olahraga dan baju tentara gitu (kalo gak salah namanya baju PDL dan baju Loreng-loreng). Sumpe daaaah, bajunya kegedean dan kalo dipake yaaa TENGGELAM jadinya. Belum lagi pake sepatu PDL yang segede kaki gajah, trus harus pake kaos kaki yang tebel banget, sumpe tebel banget. Kata komandan sih biar kaki kita gak lecet pas pake sepatu PDL nya. Terus pake kopel sejenis ikat pinggang yang bisa gitu. Yaah, kalo pake baju PDL mahh udah berasa kayak satpam. Eh iya, hampir lupa! Kita disini dilatih diterjang ditempa digembleng sama Komandan-komandan. Ya, pria-pria yang badannya tegap pandangannya lurus dan jalannya yang kelihatan macho gitu sebutannya komandan. So, kita harus menyesuaikan dimana kita berada. Dan tentunya ketika kita di haruskan untuk pembekalan di Pusdikkes TNI-AD, kita harus mengikuti semua kebiasaan, aturan, hukum dan pasal-pasal tentang dunia ke-TENTARAAN. Damn it!
Hampir lupa lagi, kita juga wajib mengenakan topi rimba. UNIK! Topinya ya memang unik. Sampe-sampe ketika kita pake, muka kita juga jadi UNIK! Yaaa Uniiiiikk! Gimana ya cara jelasinnya? Ya, pokoknya gitu deh.
Kaum lelaki diharuskan kepalanya botak. Ketika rambutnya numbuh, ya di botakin lagi! Hahaha.
Kebiasaan dan peraturan yang wajib kita laksanakan adalah :
Eng ing eng……….
Wajib hukumnya melakukan barisan pasukan ketika perpindahan tempat, berapapun jumlahnya kecuali sendirian. Tapi ketika berjalan sendirian dan bertemu dengan barisan pasukan, usahakan mengikuti barisan pasukan tersebut.
Ketika melakukan perpindahan tempat dan bertemu dengan anggota pasukan lain ataupun komandan-komandan lainnya wajib hukumnya ketua dalam barisan pasukan menghormat dan mengucapkan “Kemenkes”.
Ketika melakukan perpindahan tempat, barisan pasukan wajib menyanyikan lagu mars Nusantara Sehat, lagu Semangat Perjuangan atau pun yel-yel yang di ajarkan para komandan-komandan. Terserah sih mau nyayiin lagu apa yang telah mereka ajarkan tapi yang terpenting harus dan kudu’ bernyanyi bersama dimanapun dan kapanpun.
Tidak ada yang namanya HP. Yup, HP disita. No Hp, No Sosmed, No Dunia Internet.
Mengikuti setiap materi baik itu di kelas ataupun di Anggatra (istilahnya ruang aula) dengan tertib dan gak boleh ngantuk karena kalo ketahuan ngantuk ya bakalan dihukum push-up. Bayangin aja coba gimana kita gak terkantuk-kantuk kalo setiap harinya kita tidurnya Cuma 3 jam dengan kegiatan yang full banget. Bangun pagi jam 3, senam sehat jam 4, mandi dan beberes jam 04.30, makan pagi jam 05.30, persiapan apel jam 06.00 dengan melakukan baris berbaris mengelilingi lapangan Pusdikkes yang lumayan melelahkan dan meremukkan badan lah di pagi hari yang seharusnya lebih cocok santai sambil minum teh gitu, apel pagi jam 07.00 dan setelah itu masuk ke kelas masing-masing tiap pleton untuk menerima materi dari pihak Kemenkes. Bentuk dan gaya kita di kelas macem-macemlah, ada yang nahan kantuk, ada yang uda tertidur pulas dengan berbagai macem gaya, ada yang pura-pura baca buku tapi matanya tertutup (adaaaaaa), ada yang baper-baperan, ada yang pedekate, ada yang surat-suratan, ya banyak lah. Sampe-sampe ada yang jadian tapi udah punya pacar dikampung masing-masing, hahaha. Yah, mungkin untuk menghibur diri di tempat yang jauh dari keluarga dan orang-orang terdekat kali ya. Namanya juga manusia, sifat kesepian dan ingin diperhatikan itu pasti adaaaa. Tapi tetap, tergantung pribadi masing-masing orang aja. Ada yang mau, ada yang gak mau.
Kita tim NS diharuskan tetap semangat dan tangguh, yaa seperti lirik lagu dan yel-yel yang diajarkan komandan ke kita. Alhamdulillah seru sih. Gak nyangka aja saya bisa ikut serta dalam bagian NS ini.
Kita diajarkan jiwa KORSA yang artinya setiap apapun yang kita lakukan atau kerjakan ya harus sama-sama dan saling bantu. Nusantara Sehat apa kabarmu? Luar Biasa! Aiha Aiha Luar Biasa! Korsa.
Tiap hari ada namanya piket malam barak! Sumpah yang ini ngak banget deh, masalahnya kita udah capek seharian ngejalani kegiatan tapi malah dikasi piket malam barak lagi dan kudu’ melakukan pelaporan ke Kolat Komandan (kolat = tempat istirahat/basecamp para komandan) tiap tengah malam setiap harinya. Yah waktu istirahat tersita aja kalau dapat jadwal piket malam barak.
Pokoknya masih banyak peraturan-peraturan yang mesti kita laksanakan.
Ketika sampai di Pusdikkes dan dibagikan kelompok untuk kita peserta Nusantara Sehat, saya masuk dalam Kelompok C atau disebut Kompi C dan tepatnya dalam urutan kelompok C2 atau disebut Pleton C2. Bingung yaa? Haha saya juga bingung awalnya. Tapi ya, dijalani saja toh ? seru juga!
Nih aku jelasin sedikit ya, jadi kita dibagi dalam 3 kelompok yang disebut Kompi A, Kompi B dan Kompi C. Nah, setiap kompi ada urutannya yang disebut Pleton yaitu Pleton A1, A2, A3. Pleton B1, B2, B3. Pleton C1, C2, C3. Nah, saya termasuk dalam Kompi C, Pleton C2. Gimana? Udah agak paham belom? Hah? Belom juga ? yaudah gpp, kan gak dipaksa. Gak masuk dalam ujian sekolah juga. Heheheh canda!
Dan komandan yang bertugas sebagai Pembina kita di Kompi C disebut Danki. Nah danki kita namanya Komandan Anam. Gilaaaak, ganteng dan manis cyiiiiin! Tapi udah punya anak. Wkwk. Banyak banget yang kesemsem sama komandan Anam bahkan ada yang bersikap berlebihan tapi ya itu sih tergantung pribadi masing-masing aja yekan? Mungkin itu salah satunya untuk menghibur diri aja selama pembekalan yang tanpa ada Hp dan kehidupan sosmed manapun.
Ehem, masih panjang nih ceritanya. Masih kuat baca sampai selesai kan? Bagus! Anak baik pinter soleh/a rajin penabung dan tidak sombong. Hehehe (
Komandan yang bertugas sebagai Pembina di setiap pleton disebut Danton. Dan danton kita adalah komandan Budi. Komandan yang manis dan cool. Ngak banyak ngomong dan gak banyak tingkah tapi perhatian ke kita semua yang ada di Pleton C2. Banyak banget yang kesemsem juga sama komandan Budi. Tapi tetap yaaa, sudah punya anak dan istrinya Cuantiiiiiikkk banget. Hehehe. Komandan Budi juga ternyata alim banget dan suka ngasi wejangan gitu ke massing-masing dari kita dan ke saya jugaaa. Yup, saya pernah dinasehati dan lebih tepatnya diceramahi tentang “JODOH”. Mau tau gak apa kata komandan Budi ? oh gak mau tau ya? Yaudah tetap saya kasih tau aja deh. Kan ini blog saya. Hehehehe Stop Intermezo nya.
Komandan Budi malah nasehatin saya agar tetap jadi wanita yang baik agar menemukan Lelaki yang baik. Lebih tepatnya sih katanya ditemukan sama lelaki yang baik. Komandan bilang kalau perempuan itu Anugerah untuk kaum lelaki yang diciptakan sama Allah jadi sebaik-baiknya Anugerah itu yaaa harus jadi Wanita yang baik. Pokoknya banyak banget deh ceramah dari komandan Budi yang Alhamdulillah bisa membuka hati kita untuk tetap berbuat baik. Dengan hati yang khusuk, pikiran yang tenang dan badan yang lelah kita ngelajani pembekalan dengan ikhlas dan tulus, haha (apasih...) tapi kita tetap masih deg-deg an bakalan ditempatkan dimana nantinya. Tapi yang pasti sih, penempatan di DTPK (Daerah terpencil perbatasan kepulauan) dan DBK (daerah bermasalah kesehatan) yang sudah pastinya di Puskesmas yang SDM dan Pelayanan Kesehatan yang sangat-sangat-sangat kurang dan pastinya lagi akses apapun akan sulit. Misalnya : akses transportasi dan akses internet/telpon. Bahkan bisa jadi tidak ada akses apapun. Tapi..... kayaknya impossible juga sih di zaman yang modren ini dengan segala akses yang canggih gak akan mungkin sesulit yang dipikirkan. Daaaaaaaaaan, semoga saya ditempatkan di daerah yang tidak terpencil2 banget lah. Yaaa, misalnya ada jaringan telpon/internet, akses transportasi lancar, penduduknya yang sudah lumayan maju dan kalo bisa ada pusat perbelanjaan gitu kayak Plaza, mall, supermarket. Hahahhaahah (ngimpi kali gue! Gak usah ikut NS kalo pengennya itu) hhmm tapi amin kan aja yaaa. Aamiin (
Yaaaaaa Rabbi...........
Shock ketika dapat kabar dari salah satu teman C2 yang bilang kalau Kompi C itu nantinya bakalan di tempatkan di daerah Timur Indonesia. What ? speechlees gue! Masa sih ? ya ampuuuuun. Tapi masih gosip yang kebenarannya sekitar 80% gitu. Saya langsung berdoa agar saya bisa dapat penempatan di Sumatera aja deh ya Allah, pliiiiiisssss ( Semoga nanti pas pengumuman penempatan nama saya keselip di daerah Sumatera aja dong. Batin saya belum kuat kalo bakalan ditendang ke daerah Timur Indonesia.
Tiba waktunya pengumuman penempatan itu dimulai dan setelah menunggu dan menunggu nama saya dipanggil ternyata saya dapat penempatan di Papua Barat. Muka saya pucat. Lemes. Terdiam. Kayak orang bodoh. Pokoknya seketika saya serasa jadi patung yang bernyawa. Saya gak peduli bakalan satu kelompok dengan siapa, tapi kenapa mesti di Papua????? Oke. Saya berusaha tenang. Berusaha bersikap menerima, ikhlas dan kudu’ sabar. Lumayan menghibur hati ketika tau kalau saya ditempatkan di Kabupaten Raja Ampat Papua Barat yang konon kata orang-orang itu adalah surganya Indonesia. Daerah destinasi alam yang luar biasa menakjubkan. Alhamdulillah setidaknya gak sedih2 banget la ya. Lagian kapan lagi coba saya menginjakkan kaki di Timur Indonesia? Di Raja Ampat pulak. Yaa sambil menyelam minum air. Eh, bukan. Itu salah. Ntar yang ada perut saya kembung dan wassalam. Tapi sambil menyelam ambil ikan. Ya ngak?? Lumayan buat di bakar setelah selesai nyelam, kan kenyang jadinya- (kedip-kedip mata).
Nah, Perjuangan baru mau di mulai. Eh, belom. Kan masih jalani pembekalan 40 hari. Hahahaha. Semenjak saat itu saya bertekad dalam hati kalau perjalanan ini akan saya ukir dalam hati, simpen dalam memori ingatan dan arsipkan dalam buku atau ya semacam blog ini juga bisa. Anggap aja kita sedang berpetualangan di daerah yang tidak kita ketahui samasekali dan harus survive. Bekerja. Mengubah pola perilaku masyarakat terpencil. Melakukan pelayanan kesehatan. Sekaligus liburan juga. Aaahhh mungkin menyenangkan! Mungkin juga tidak! Yang pasti diajalani aja dan semangat berpetualangaaaaan!!!!!! (merdeka!)
Naymah Nasution
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Terimakasih Banyak Papua 🤗
Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh. Finally i'm done! 2 tahun lamanya saya mengabdi di tanah timur Indonesia ini. Gak keb...
-
(Masih bercerita tentang pengalaman hidup di pulau kampung wejim). Di zaman yang serba canggih ini, serba praktis, pernah gak sih kepikiran...
-
Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh. Finally i'm done! 2 tahun lamanya saya mengabdi di tanah timur Indonesia ini. Gak keb...
-
Saya mau infokan sama teman-teman semua kalau tulisan ini sebenarnya sudah lama saya tulis di buku catatan harian. Dan memang salah satu tul...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar