Pertama saya mau bilang "selamat baper" bagi yang mudah baper saat baca tulisan saya kali ini. Yup! PERNIKAHAN !
Saya mau ngebahas tentang pernikahan. Tapi sebelum saya mengutarakan bagaimana pendapat saya tentang pernikahan, saya sengaja mewawancarai (cie begaya banget pake acara wawancara 😀😂) teman-temen cowok (literally, just man!) tentang gimana sih pendapat mereka tentang pernikahan itu. Kenapa cuma minta pendapat cowok, nay? Kenapa? Karena dalam urusan pernikahan merekalah yang menyatakan "will you marry me?"
Loh loh loh, tapi kan nay zaman sekarang gak harus cowok kok! Cewek juga bisa kok. Sekarang kan zamannya emansipasi wanita. Oke oke oke, nanti kita bahas yess! Mari kita lanjuuuut....
Saya udah bertanya ke 3 orang cowok (disini nemunya cuma 3 orang 😂) tentang bagaimana pendapat mereka tentang pernikahan. Jelas memang dari ke 3 orang ini gak bisa meratakan jawaban para cowok-cowok di muka bumi ini ya, tapi gak ada salahnya kan kita tahu gimana pendapat mereka agar sedikit kita bisa tahu juga apa sih yang di pikiran cowok tentang pernikahan itu. Pastinya akan berbeda pendapat di masing-masing cowok. Tapi buat pembaca wanita, bisalah sedikit menganalisa jawaban dari ke 3 cowok yang saya wawancarai ini. Yaelaa dah, gayanya menganalisa 😂. Etdaaaah ni bocah 😅😅
Ini dia pendapat dari mereka :
1. Man (A) :
Menurut dia, pernikahan itu menyatukan 2 keluarga yang berbeda latarbelakangnya. Jadi bukan persoalan cinta-cintaan mulu' antara kedua mempelai. Seorang suami harus bisa menghidupi keluarga dan mendidik istri serta anak.
Tipe istri idamannya itu yang seagama, keibuan, bisa berbaur dengan keluarga, bisa masak dan gak cerewet.
Menurutnya, sebaiknya cowok itu menikah di umur 27 tahun ke atas karena lebih matang.
Untuk cewek baiknya menikah di umur 25 tahun ke atas tapi jangan sampai umur 30 tahun ke atas.
Pendapatnya tentang cewek yg belum menikah di umur 30 tahun ke atas itu, kemungkinan orangnya tertutup, gengsi atau bahkan ada kesalahannya terhadap orangtuanya sehingga menyebabkan jodoh susah datangnya.
2. Man (B) :
Menurutnya, pernikahan itu adalah sesuatu yang sakral. Merupakan sunah Rasul jadi harus dilaksanakan. Dia maunya menikah dengan sesama suku karena itu pesan dari kedua orangtuanya.
Tipe istri idamannya itu harus seiman, cantik, BB nya standar (jangan gemuk2 banget la nay, gitu katanya), penyayang suami dan keluarganya.
Menurutnya, cowok itu bagusnya menikah diumur 28-35 tahun.
Kalau untuk cewek, sebaiknya menikah di umur 25-30 tahun karena lebih matang untuk mengurus rumah tangga.
Pendapatnya tentang cewek yang belum menikah di umur 30 ke atas itu karena cewek tersebut terlalu fokus akan duniawi, mungkin memilih yang terbaik atau terlalu pemilih dan katanya kalo bisa disegerakan.
3. Man (C) :
Menurutnya, pernikahan itu adalah ibadah yang harus kita laksanakan di dunia, mengikuti sunah rasul dan membangun komitmen diantara 2 orang yang berbeda jenis, sifat, pemikiran dan kebiasaan.
Tipe istri idamannya itu yang bisa dijadikan sebagai teman, pendengar yang baik, sayang sama orangtua dan gak manja.
Menurutnya cowok itu bagusnya menikah ketika telah matang pola pikirnya, sudah ada pekerjaan karena perlu untuk menafkahi istri.
Kalau untuk cewek, sudah bisa menikah setelah selesai SMA biar terhindar dari fitnah. Karena cewek itu akan jadi ibu rumah tangga, jadi gak perlu bekerja.
Pendapatnya tentang cewek yang belum menikah sudah umur 30 tahun ke atas itu mungkin ada beberapa faktor yaitu trauma, pemilih atau pencari yang sempurna dan mungkin sibuk untuk diri sendiri.
Nah itu pendapat dari ketiga teman saya tentang pernikahan. Buat teman-teman bisa menilai sendiri jawaban dari mereka. Siapa tau bisa jadi bahan intropeksi diri buat kita juga. (Semoga bermanfaat 😊).
Nah kalo menurut saya ni ya, nikah itu adalah sunah Rasul yang seharusnya kita kerjakan karena itu merupakan ibadah yang banyak pahalanya dan merupakan ibadah terlama selama di dunia juga.
"Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)" ( HR.Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
Dalam urusan pernikahan, kedua pihak sangat berperan penting dan merupakan pemeran utama di dalamnya, sebagai penentu arah ke depannya seperti apa. Itu menggabungkan pemikiran dari keduanya yang akan dijadikan satu tujuan dalam hidup berumahtangga. Satu visi dan misi tapi tetap suamilah yang akan menjadi ketuanya/kepalanya. Sebagai pengatur, pembimbing dan penentu berjalannya kehidupan keluarga tersebut. Istrilah yang sebagai sekretaris dari suami yang melaksanakan setiap tugas dari suami. Ibaratnya pernikahan tu kayak sebuah perusahaan yang di pimpin oleh suami dalam kehidupan keluarganya. Jadi ada tugasnya masing-masing dalam"perusahaan rumah tangga" tersebut.
Nah, pada tau gak kaum adam kalau kaum hawa itu paling gak suka di PHP in ataupun disuruh memulai duluan. Pasti cewek itu menunggu kalimat will you marry me? dari seorang cowok yang dia sukai. Karena cowoklah yang bertugas mengajak/meminta seorang cewek untuk ke jenjang yang serius yaitu nikah. Cewek bisa apa? Cewek menunggu, berdoa dan berusaha. Usaha yang dilakukan cewek itu apa? Usaha untuk memperbaiki dirinya agar dijodohkan dengan seseorang yang baik akhlaknya.
(Dari tadi saya ngomongnya cowok, cewek, yaudah saya ganti yaa).
Tapi kan nay boleh tu dalam Islam seorang perempuan yang meminta atau menginginkan lelaki idamannya yang hendak ingin diajak menikah? Seperti bunda Khadijah. Iyaa boleh, tapi ingat ya, ajakan menikah bukan pacaran. Ada aturannya, bukan asal diajak ketemu berdua-duaan. Dan itu pun kita hanya mengutarakan niat, hasil akhirnya nanti pihak lelaki juga yang menentukan dan melaksanakan tindak selanjutnya ke arah menuju pernikahan karena gak semua terwujud nyata. Bisa saja hasilnya seorang lelaki menolak. Sama halnya seperti tukaran cv antara lelaki dan perempuam yang hendak diajak ta'aruf. Gak semua hasilnya menerima. Jadi buat kita yang udah pernah ditolak lewat cv atau yang gagal saat ta'aruf, jangan bersedih, ukhti! 😊 Karena sebaik-baik pilihan itu adalah pilihan Allah Subhanahu wa ta'ala. Menurut kita itu udah termasuk pilihan terbaik untuk kita, tapi beda dengan pilihan Allah. Terdapat dalam Al-Quran yang bunyinya :
"Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah maha mengetahui sedang kamu tidak mengetahui" (QS. Al-Baqarah 216).
Daripada kita berlarut dalam kesedihan, menyalahkan diri sendiri, lebih baik kita muhasabah diri, perbaiki apa yang salah dalam diri kita, minimalisir kekurangan kita, perbaiki ibadah kita, tentunya semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Karena janji Allah itu pasti. Lelaki yang baik hanya untuk perempuan yang baik. Terdapat dalam Al-Quran Surah An-Nur ayat 26 yang isinya :
"Perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji untuk perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)."
Maka jika kita menginginkan lelaki yang soleh dan akhlaknya bagus, kita juga harus soleha dan memiliki akhlak yang bagus juga. Tapi nay, ada kok pasangan suami istri yang contohnya : si suami soleh tapi si istri ngak dan gitu sebaliknya. Iya, memang ada, karena ada juga pasangan itu adalah ujian bagi kita. Apakah kita bisa bersabar dan mengubah istri/suami kita tersebut ke dalam hal kebaikan atau tidak. Untuk menuju keluarga yang sakinah mawaddah warohmah. Karena itu proses yang continue selama dalam kehidupan pernikahan.
Sedikit bercerita tentang kisah Firaun dan istrinya Siti Asiah. Dimana jelas kita tahu bahwa Firaun adalah sosok raja yang ingkar kepada Allah sedangkan Siti Asiah adalah wanita yang beriman kepada Allah. Inilah salah satu contoh pasangan suami/istri yang merupakan sebuah ujian bagi kita seorang hamba. Apakah ketaatan kita tetap bertahan kepadaNYA atau malah sebaliknya. Dari kisah Firaun dan Siti Asiah bisa kita ambil pelajaran yang sangat berharga bahwa keikhlasan, kesabaran dan istiqomah berada di jalan Allah itu adalah sesuatu yang bisa kita contoh dan pastinya suatu hari akan Allah berikan nikmat dan karunia kepada kita hambaNYA. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Siti Asiah sempat berdoa kepada Allah sebagaimana termaktub dalam FirmanNYA :
"Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Firaun ketika dia berkata, "Ya Tuhanku bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisiMU dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim." (QS. At-Tahrim : 11)
Itulah keteguhan menggenggam tauhid yang dilakukan oleh Siti Asiah. Sedangkan kita? Kita gak tau kedepannya gimana, rezeki, jodoh, maut bisa kapan saja datang baik itu dengan cara yang baik ataupun buruk. Allah maha mengetahui apa yang belum kita ketahui. Tetaplah Husnuzhon kepada sang Khalik. Apapun yang akan digoreskan Allah untuk kita itu adalah yang sesuai dengan kemampuan kitanya. Tetaplah teguh dan istiqomah dijalanNYA apalagi kita hanya seorang hamba yang biasa-biasa saja bahkan belum ada apa-apanya dibanding Siti Asiah.
Mari bersabar ukh, bagi kita yang belum dipertemukan dengan jodoh. Sama saya jugaaaa (curcol 😂😅). Tetaplah jadi diri kita sendiri, berdoa dan ikhtiar untuk memperbaiki diri.
Ingat,
Allah is ontime! 😊
.
.
.
.
.
Nay, nay, nay! Emang kamu udah gimana? Udah baik? Udah bertemu dengan jodoh? Trus emang kamu gak pernah pacaran gitu?
Nah itu, saya juga sedang memperbaiki diri, sedikit demi sedikit, belum banyak, saya masih belum ada apa-apanya, ilmu yang saya tahu belum ada seperempatnya bahkan masih sangat jauh dari seluruh ilmu agama dan dunia, salah dan khilaf masih berteman akrab dengan saya sampai sekarang. Jodoh yang saya tunggu dariNYA masih selalu saya doakan yang saya sendiri belum tau rahasia apa yang diberikan olehNYA. Saya gak tau yang datang yang baik apa yang buruk. Tapi saya yakin, apapun yang telah digoreskan olehNYA itu sesuai dengan kesanggupan saya. Saya juga pribadi yang dulu pernah pacaran. (Dulu)!
Kita sama, ukh. Sama-sama belajar. Ingatkan saya kalau mulai lupa, salah dan khilaf 😢😇
-Nay-
👍👍👍
BalasHapus