Naymah Nasution

Rabu, 16 Mei 2018

Beropini tentang Peristiwa Bom di Gereja

Assalamualaikum

Sedih...
Lemas...
Kecewa...
Kesal...
Merasa tidak aman...
Terdiam...
Shock...
Kebayang-bayang sampai larut malam. Serius 😢

Itulah perasaan yang saya rasakan ketika mendengar/menonton berita bom bunuh diri yang terjadi di Indonesia saat ini. Belum lagi diketahui bahwa pelakunya adalah sekeluarga yang beragama Islam. Iya, sekeluarga! Hingga anak-anaknya yang masih kecil yang tidak tahu apa-apa jadi korban dalam bom bunuh diri ini. Sungguh orang tua yang tega.
Apa yang ada di dalam pikiran orangtuanya?
Astaghfirullahaladzim 😭😭

Kita tahu kalau semua agama tidak ada yang mengajarkan kekerasan dalam bentuk apapun itu.
Saya muslim dan saya menyatakan bahwa Islam itu bukan teroris.
Islam itu bukan orang-orang jahat.
Islam itu bukan orang-orang yang membunuh orang yang tidak bersalah.
Islam itu adalah kedamaian.
Kita bisa buktikan itu dalam Al-Quran yang menjadi pegangan hidup umat muslim.

Jadi jikalau ada umat yang beragama Islam yang melakukan aksi bom bunuh diri, jangan salahkan ajaran agama Islamnya tapi salahkan Individu yang melakukan tindakan tersebut.
Kita kaji seperti apa dia melakukan ibadahnya, apakah sesuai dengan syariat Islam atau tidak?
Lihat komunitasnya ataupun perkumpulannya, apakah melenceng dari ajaran Islam atau tidak?
Karena ini jelas sangat berpengaruh besar.

Apa tujuan satu keluarga ini melakukan aksi bom bunuh diri di 3 gereja sekaligus di hari yang sama?
Apakah untuk mati syahid?
Untuk masuk surga?
Jelas tidak akan.
Apakah dengan membunuh umat yang beragama lain yang tidak bersalah akan disebut mati syahid dan masuk surga?
Tidak.
Islam tidak mengajarkan umatnya membunuh dan tidak diperbolehkan bunuh diri.
Dalam Islam tidak akan masuk surga suatu umatnya yang tega membunuh umat lain yang tidak bersalah.
Apakah sekeluarga ini ingin melakukan gerakan mati syahid seperti di Palestina?
Jelas berbeda.
Jangan di samakan.
Berbeda antara Palestina dan Luar Palestina.
Apakah bedanya?
Mari kita lihat dalam Al-Quran surat Al-Mumtahanah ayat 9 yang menjelaskan bahwa "sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim"

Sudah jelas apa permasalahan yang ada di Palestina hingga saat ini sehingga mereka itu bukan disebut bom bunuh diri karena mereka tidak bunuh diri tapi mati syahid.
Jadi orang Palestina yang meledakkan diri di tengah kerumunan tentara Israel yang ingin menghancurkan orang-orang muslim di Palestina itu disebut mati syahid.
Kenapa mereka disebut mati syahid? Terdapat dalam sohih Muslim ketika Nabi bersama sahabatnya dalam perang uhud terkepung oleh Kafir Quraisy yang menyerang dari Mekkah yang di Pimpin Abu Sufyan yang datang ke Madinah untuk menyerang yang saat itu dalam keadaan perang.
Lalu nabi mengatakan "Siapa diantara kalian (sahabat) yang dapat mengusir segerombolan Kafir Quraisy itu akan mati syahid dan masuk surga bersamaku."
Sedangkan yang terjadi di Indonesia saat ini?
Mari kita lihat dalam Al-Quran surat Al-Mumtahanah ayat 8 yang menjelaskan bahwa "Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil."

Nabi Muhammad SAW membedakan antara umat non muslim yang di Mekkah dan di Madinah.
Jelas karena yang di Madinah damai, Nabi hidup berdampingan dengan mereka sedangkan yang di Mekkah itu perang. Kita lihat kapan damai dan kapan perang. Jangan disamaratakan.
Sudah jelas, bukan?
Kita di Indonesia yang dapat hidup berdampingan kenapa harus dibuat perpecahan?
Indonesia itu memang mayoritas agama muslim tapi tidak semua orang Indonesia itu muslim.
Indonesia itu ada beberapa keyakinan di dalamnya.
Indonesia itu Bhinneka Tunggal Ika. Bukan untuk saling menjelekkan, saling menghina, saling adu domba sana sini. Bukan!
Akan jauh lebih baik jikalau masing-masing dari individu itu saling koreksi diri, memperbaiki diri, melakukan kebaikan dalam diri.
Dalam diri saja dulu.
Bukannya setiap umat beragama tujuan akhirnya untuk mendapatkan surga? Bukannya dalam setiap umat beragama di ajarkan bagaimana caranya untuk masuk surga?
Amalkan. Itu saja.

Melalui tulisan ini, saya menyampaikan bahwa dalam setiap tindakan bunuh diri, aksi bom, teror itu bukan merupakan bagian dari agama Islam.
Islam tidak mengajarkan seperti itu dan saya yakin tidak ada agama mana pun yang mengajarkan seperti itu.
Ketika ada orang yang bilang kalau wanita muslim bercadar itu adalah untuk menutupi kejahatannya itu juga salah. Dalam Islam cadar itu untuk melindungi diri dari pandangan orang lain yang tidak muhrim dan untuk memperbaiki diri.

Kita semua bersaudara, bahkan yang tidak di kenal sekalipun dan bahkan dimanapun berada. Disini saya mau mengucapkan turut berduka cita untuk korban yang ada di dalam peristiwa bom tersebut. Semoga keluarga sabar, tabah dan semakin kuat.
Untuk netijen-netijen di sosmed manapun itu jangan menebar kebencian, jangan saling menyalahkan, dan jangan membuat viral yang aneh-aneh tentang korban dalam ledakan bom karena itu akan menyakiti hati para keluarga korban.

Ingat, terorisme itu penyebar ketakutan. Jadi kita tidak boleh takut. Kita harus kuat, karena kalau kita takut mereka pasti merasa berhasil.
Perlu diingat lagi, kita Indonesia.
Bersatu kita teguh. Bercerai kita runtuh.

Mari kita mulai mencintai. Karena kita Indonesia.

Mungkin sekeluarga yang jadi tersangka ini kurang gaul, kurang jauh mainnya, dan bisa jadi telah dihasut oleh beberapa golongan yang salah yang ingin menghancurkan kedamaian di muka bumi ini.
Hati-hatilah dalam memilih lingkungan dan jangan mudah jadi pengikut dalam golongan tertentu.

Wassalamualaikum wr.wb

_Naymah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Banyak Papua 🤗

Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh. Finally i'm done! 2 tahun lamanya saya mengabdi di tanah timur Indonesia ini. Gak keb...