Naymah Nasution

Sabtu, 28 Juli 2018

Penting Untuk Dijawab

Kali ini saya mau menjawab beberapa pertanyaan dari teman-teman yang literally buat saya senyum-senyum sendiri. Pertanyaan itu menyangkut tentang keberadaan saya sekarang ini. Saya pikir sih mungkin mereka care dan merasa shock aja pas tahu saya berada di Papua, maybe!
Ini beberapa pertanyaan dari teman-teman :
1. Nay di Papua? Kerja di Papua? Ya ampun kok mau?
2. Nay ikut Nusantara Sehat? Emang NS itu jelas?
3. Nay kok bisa sampe ke Papua? Emang gak ada tempat lain?
4. Setelah ikut NS emangnya mau dikemanain lagi?
5. Apa sih yang kamu cari nay? Udah bagus kerjanya malah resign dan memilih NS ke Papua.
6. Udah nay, gak usah nyari duit banyak-banyak!
7. Papua itu kan jauh, nay gak takut? Ngapain jauh-jauh kesana nyari duit? Ditempat kita kan juga bisa.

Masih banyak lagi sih pertanyaannya, itu beberapa yang saya ingat.

Speechless sih pas ditanya di whatsapp, mention atau dm dari teman-teman yang pertanyaannya begitu. Seolah-olah ikut NS itu sia-sia dan hanya ingin mendapatkan gaji yang gede.
Plis, gaji NS itu gak gede kalau dibandingkan perjuangan mempertahankan hidup di daerah penempatan masing-masing yang berbeda tingkat kesulitannya dan pastinya butuh biaya yang gak sedikit juga untuk melangsungkan hidup di tempat yang serba kekurangan. Nusantara Sehat itu bukan sementang gajinya gede tapi itu sebuah perjuangan yang gede! Dan begitu negative sekali pemikiran teman-teman tentang Papua.

Oke, disini saya sedikit bercerita, awalnya sih saya tahu adanya Nusantara Sehat (NS) itu pas penerimaan NS team gelombang 3 atau disebut NS team batch 3. Kebetulan saat itu saya masih kerja di Kemensos, lagi sibuk deadline kerjaan yang gak mungkin saya tinggalkan begitu saja (tanggungjawab eeaa? 😀), lagi seru-serunya sama teman baru yang gokil, rame, heboh dan baik-baik banget, saling membantu dan peduli (anak-anak yang baca ini pasti langsung geer 😀). Tuntutan pekerjaan yang saat itu masih nyantai banget sih, bahkan free time! Pekerjaan yang langsung terjun ke masyarakat, membantu mereka yang kurang beruntung, bisa berbagi dan dekat dengan mereka. Rasanya tuh, kayak mimpi saya yang terwujud gitu, fyi! Dulu waktu masih SMA saya kepengen gitu bisa membantu dan dekat dengan mereka yang kurang beruntung, dekat dengan anak-anak dan berharap bisa meng-influence mereka ke positive thing! Apalagi untuk anak-anak jalanan gitu yang sering dan banyak saya temui di Kota Medan. Bahkan saya punya mimpi pengen buat sekolah gratis untuk anak-anak yang kurang beruntung/kurang mampu dan pengen meminimalisir jumlah anak pengamen di jalanan yang seharusnya waktu mereka dihabiskan untuk belajar dan bermain bukan keluyuran di jalanan.
Gak tau kenapa, saya mikirnya sampe kesitu tanpa berpikir panjang saya dapat dana dari mana?
Hellooo naaaay....!!!

Oke, kembali ke topik! Setelah beberapa bulan berlalu, penerimaan Nusantara Sehat batch 4 dibuka lagi. Kali ini gak tau kenapa, tergeraklah hati dan diri ini ingin ikutan daftar yang berhubung sesuai dengan jurusan juga. Apa salahnya dicoba ya kan? Saya tahu kalo NS akan ditempatkan di DTPK (daerah terpencil perbatasan kepulauan) dan DBK (daerah bermasalah kesehatan) seluruh Indonesia yang pastinya kalau saya diterima pasti akan dikirim kemana aja sesuai permintaan dari Kemenkes dan saya masih ingin tetap lanjut mendaftar, btw!

Banyak yang berpikiran kalau tinggal di Papua itu sesuatu yang aneh dan menakutkan. Papua itu masih wilayah Indonesia kok, apa yang harus di takutkan? Di Papua memang masih banyak banget daerah yang terpencil dan sangat terpencil. Itulah alasan pemerintah menyebarluas/meratakan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia melalui program Nusantara Sehat ini. Bermanfaat bukan? Lagi pula hak mereka untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari pemerintah. Seru deh bisa diberikan kesempatan ditempatkan di Papua ini. Saya bisa bertemu langsung dengan masyarakat Indonesia Timur yang biasanya saya lihat di layar kaca. Bisa membantu mereka, saling memberi, belajar bahasa mereka, menggunakan logat bahasa mereka, tahu karakter asli mereka, budayanya, makanan khasnya, tradisinya, dan yang pasti semakin bertambah jalinan tali silaturahmi kita hingga ke timur Indonesia ini, pokoknya banyak banget deh faedahnya.

Banyak yang bilang kalau Papua itu jauh dan kita gak tahu gimana kelakuan orang disana. Ya iyalah jauh, Sumatera ke Papua ya jauh loh gengs, melewati pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, NTT, NTB, dll. Ya sama halnya juga kalau orang Papua yang ke Sumatera pasti bilang kalau Sumatera itu jauh bangeeeeet. Kalau untuk masalah sikap dan sifat, percayalah setiap insan di muka bumi ini akan bersikap seperti apa kita memperlakukan mereka. Kita jahat, orang lain juga pasti jahat, ya begitu sebaliknya. So, gak usah takut. Selagi kita punya iman dan yakin akan pertolongan Allah Subhanahu wa ta'ala semua bisa dijalani. Bismillah aja. Yakin dulu, yakin lagi, yakin terus. Yakin akan Allah yang Maha Mengetahui apa yang tidak kita ketahui dan Maha Penolong bagi hambanya yang kesusahan.

Trus katanya setelah ikutan NS kontrak 2 tahun itu dikemanain lagi? Alhamdulillah saat ini pemerintah memberikan 2 opsi untuk kita setelah selesai kontraknya 2 tahun. Yang pertama, bisa lanjut NSI (NS Individu) yang penempatannya nanti kita pilih sendiri tapi sesuai lokus yg diberikan oleh pihak Kementerian. Trus opsi kedua, kita diberikan kesempatan lanjut kuliah lagi (tubel = tugas belajar) yang linier dengan jurusan kita. Tergantung kita mau pilih opsi yang mana.
Kalo saya?? I think marriage, maybe! 😂 (aamiin kan yaaa).
Tambahannya kita yang merantau jauh begini Alhamdulillah dapat pengalaman yang unik, berkesan dan seru yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Bersyukurlah! Maka akan Allah tambah 🤗😇

Hayooo, wanna join with us for Nusantara Sehat ?

1 komentar:

  1. Pertanyaan yg hampir sama saya dapatkan 😅😅😅

    BalasHapus

Terimakasih Banyak Papua 🤗

Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh. Finally i'm done! 2 tahun lamanya saya mengabdi di tanah timur Indonesia ini. Gak keb...